Search

Cerita inspirasi#2

Nama   : Faizal Teguh Muhammad

NRP    : G14100046

Laskar : 7

Inspirasi Liverpool FC, Semangat Steven Gerrard

Ingatkah kalian pada final Liga Champions 2004-2005 di Istanbul, Turki? Ya, itu merupakan salah satu  pertandingan final paling luar biasa antara Liverpool FC melawan AC Milan. Pertandingan yang melelahkan (lebih dari 2 jam), penuh kejutan dan tentunya inspiratif. Orang-orang yang menyaksikan pun terkejut dengan hasil akhir pertandingan pada malam itu.

Di babak pertama, AC Milan dengan luar biasa mendominasi pertandingan. Dengan sederet pemain bintang, seperti kaka, Shevchenko, Crespo, Maldini, Pirlo dll serta strategi yang hebat, mereka mampu mencetak 3 gol ke gawang Liverpool yang saat itu dikawal Jerzey Dudek. Adalah  Maldini dengan gol cepatnya di awal laga (menit 1) dan 2 gol Hernan Crespo yang membuat AC Milan diaas angin. Saat itu, semua orang berkeyakinan “Liverpool is over”.  Babak pertama usai, AC Milan 3-0 Liverpool.

Di babak kedua, pelatih Liverpool saat itu, Rafael Benitez, merubah strategi dan melakukan beberapa perubahan. Hasilnya, diawali umpan dari Riise, kapten Liverpool, Steven Gerrard mampu menyundul bola yang tak mampu ditahan kiper Milan, Dida. Gol pertama Liverpool oleh Gerrard memotivasi kawan-kawannya untuk terus bersemangat. Lalu, Smicer mempersempit selilisih skor menjadi 3-2 setelah melepaskan tembakan dari jarak 22 meter yang tak mampu ditahan Dida. Tak lama, wasit member hadiah  penalti kepada Liverpool setelah bajunya ditarik oleh gelandang Milan, Gattuso di kotrak penalti. Xabi Alonso yang menjadi eksekutor suskses mencetak gol meskipun tendangannya sempat ditahan Dida, namun bola muntah kembali ditendang Alonso dan gol.

Sungguh luar biasa, ketiga gol Liverpool tersebut lahir hanya dalam waktu 6 menit di babak kedua. Liverpool terus menyerang dan bertahan mati-matian. Adalah Steven Gerrard yang berjasa, mencetak gol balasan pertama dan terus memotivasi kawan setimnya. AC Milan juga tak mau kalah, mereka terus berupaya menyerang pertahanan Liverpool. Namun hasilnya tak berubah, babak kedua usai, skor 3-3.

Semua orang yang menyaksikan seakan tak percaya atas hasil di babak kedua, betapa luar biasanya semangat pemain Liverpool membalikkan keadaan menjadi seimbang. Saya yang menyaksikan di rumah pun terbawa emosi, suasana malam itu sungguh panas. Tak disangka, Liverpool masih bisa bertahan.

Di babak perpanjangan waktu kedua tim terlihat mulai kelelahan. Milan memiliki lebih banyak peluang dan Liverpool cenderung bertahan. Kans terbesar datang di menit 117 melalui Shevchenko. Namun berturut-turut Dudek dengan spektakuler menghalau sundulan dan rebound Shevchenko. Sampai menit 120 tak satupun gol lahir kembali sehingga harus dilanjutkan dengan adu penalti.

Dalam drama penalti ini, tiga dari empat algojo Liverpool sukses menjalankan tugasnya, yaitu Hamann, Cisse, dan Smicer, sedangkan Riise gagal. Sementara dari kubu Milan hanya Jon Dahl Tomasson dan Kaka saja yang berhasil. Serginho selaku penendang pertama, Pirlo algojo kedua dan Shevchenko sebagai eksekutor kelima gagal. Tendangan Pirlo dan Shevchenko dihentikan Dudek. Hasil ini membuat Liverpool menjadi juara Liga Champions untuk kelima kalinya.

Menurut saya, Liverpool memang pantas menang pada malam itu, mereka luar biasa. Dari situasi tak mungkin, mereka mampu merubah keadaan. Saat semua orang ragu, mereka yakin “BISA”. Inilah sepakbola, bola itu bulat dan tak ada yang tak mungkin bila kita berusaha.

Dari pertandingan itu, saya merasa sangat terinspirasi dan termotivasi. Seperti dalam sebuah pertandingan sepak bola, hidup saya adalah perjuangan menjadi pemenang. Tak ada yang tak mungkin selama terus beusaha. Ya, selalu semangat dan pantang menyerah  adalah kunci kesuksesan. Tak peduli kata orang, maju terus, insyaAllah tuhan akan memberi yang terbaik.

Cerita Inspirasi#1

Nama   : Faizal Teguh Muhammad

NRP    : G14100046

Laskar : 7

Kuncinya adalah percaya diri, kita BISA!!!

Alhamdulillah, saat kelas XII SMA lalu, saya meraih sebuah prestasi yang cukup membanggakan menurut saya. Menjadi juara 2 lomba pidato anti korupsi “Justify” di fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sebuah pencapaian yang cukup menggembirakan bagi saya yang selama SMA hanya bersenang-senang  dan mencari nilai saja.

Awalnya, saya mendapat kabar bahwa ada beberapa lomba di fakultas Hukum Universitas Indonesia  dengan tema “Jutify”. Saat itu, saya berpikir, mengapa tidak mencoba, toh beberapa bulan lagi lulus SMA, coba saja. Setelah berdiskusi dengan guru yang bersangkutan, akhirnya saya terpilih mengikuti lomba pidato anti korupsi.

Saya cukup terkejut mendapat porsi di bagian pidato, saya ragu, apakah saya bisa. Jangankan lomba pidato, ujian praktek pidato B. Indonesia di depan kelas saja  nilai saya tidak terlalu bagus. Terlebih, kini saya harus pidato di depan juri dan peserta lomba lain se-Jabodetabek. Saya semakin ragu.

Lalu, saya kuatkan niat, saya pikir, ini mungkin adalah kesempatan terakhir membuat sekolah bangga sebelum saya lulus. Akhirnya, saya coba kumpulkan beberapa bahan meteri yang dibutuhkn sebagai referensi. Lalu, saya berkonsultasi kepada guru bidang terkait. Tak lupa, saya meminta saran kepada teman saya yang memang juara di bidang pidato. Mereka telah memberi banyak saran dan masukan kepada saya. Saya jadi semakin bersemangat.

Namun, Karena saya memang dasarnya malas. H-3 menjelang perlombaan, saya belum menyelesaikan naskah. Saya mem-push diri menyelesaikan naskah pidato, terlebih setelah ditegur guru pembimbing, haha. Singkat cerita, saya berhasil menyelesaikan naskah sehari sebelum perlombaan. Malamnya, saya coba menghafal dengan santai.

Pada saat hari perlombaan, saya bersama rombongan berangkat dari sekolah naik kereta menuju staisun UI. Saya tiba-tiba merasa minder, lupa semua apa yang telah saya hafalkan, apalagi memang belum hafal semua, haha. Untungnya, saya paham seluruh materi yang akan saya sampaikan.

Saya terkejut mendapat nomor urut 8 dari puluhan peserta. Saya lebih terkejut setelah mengetahui bahwa saya menjadi nomor urut 2 karena suatu alasan. Tapi, mau bagaimana lagi. Saya sudah di medan pertempuran. Percaya diri saja, pikir saya. Selain itu, adik kelas saya pun bekata: “kak, PeDe aja”. Oh iya, saya merupakan satu-satunya murid kelas XII dalam rombongan sekolah. Jadi ya, harus berani di depan adik kelas. Cukup modal nekat dan percaya diri.

Setelah peserta pertama  tampil, giliran saya maju. Saya coba memberanikan diri. Saya mulai dari pembukaan, isi hingga penutup dengan lancar dan tegas. Tampaknya, saya cukup baik menyampaikan, percaya diri intinya.  Alhamulillah, saya berhasil membawakan pidato hingga selesai.

Hingga saatnya dewan juri meberi komentar. Ketiga juri memberi  komentar bahwa saya sangat bagus dalam membawakan pidato. Menggunakan analogi sederhana, memberi solusi mudah dan percaya diri dalam pembawaan. Tapi, saya melakukan kesalahan fatal, saya salah menyebutkan nomor UU Anti korupsi, yang seharusnya UU No 20, saya sebut menjadi UU No21. Saat itu, saya merasa putus harapan.

Malam harinya, setelah serangkaian lomba lain pun selesai, tibalah waktunya pengumuman pemenang. Saya sudah tertunduk malu, melakukan kesalahan seperti itu. Lalu, saya mendengar hal yang mengejutkan.

“Faizal Teguh Muhammad dari SMA 3 Bogor menjadi juara 2 lomba pidato anti korupsi”.

Saya langsung melompat kegirangan, seakan tak percaya. Saya bersyukur kepada tuhan atas hasil yang saya raih ini. Sungguh pengalaman yang membanggakan.

Jadi, kuncinya adalah percaya diri. Jika kita ragu, kita pasti takkan pernah bisa. Tapi, jika kita yakin bisa, kita pasti bisa! You are what you think,! So , yakinlah kalau kita BISA!!!

Penyakit-penyakit Anak yang Makin Parah di Malam Hari

Senin, 19/07/2010 15:12 WIB

Penyakit-penyakit Anak yang Makin Parah di Malam Hari

Vera Farah Bararah – detikHealth

img
(Foto: telegraph)

S

Jakarta, Penyakit yang diderita oleh anak-anak memang bisa bertambah parah jika malam hari datang, karenanya orangtua harus mengetahui bagaimana cara mengatasinya.

Seperti dikutip dari Parenting, Senin (19/7/2010) ada beberapa penyakit yang bisa bertambah parah saat malam hari, yaitu:

Asma dan alergi
Anak yang memiliki asma atau alergi tertentu, biasanya akan bertambah parah saat malam hari. Santiago Martinez, MD ahli alergi anak dari Florida State University Medical School di Tallahassee menuturkan saat malam hari kadar hormon kortisol akan menurun, padahal hormon ini memiliki fungsi dapat mencegah asma. Selain itu beberapa alergen kemungkinan banyak terdapat di kamar anak, sehingga meningkatkan paparannya saat anak sedang tidur.

Untuk mengatasinya sediakan selalu obat semprot asma di sekitar tempat tidur anak dan juga menyediakan ventilasi yang baik di kamar anak. Beberapa orangtua ada yang melakukan imunoterapi, yaitu memaparkan sejumlah kecil alergen ke tubuh anak sehingga sistem kekebalannya mulai terbangun. Selain itu rajin membersihkan kamar anak untuk mencegah paparan alergen.

Batuk
Hampir semua batuk akan bertambah buruk saat malam hari. Hal ini karena sebagian aliran darah ke saluran pernapasan akan mengalami perubahan saat anak sedang berbaring dan juga udara yang kering dapat memperburuk keadaan. Selain itu batuk yang terjadi biasanya disebabkan oelh infeksi virus yang menetap di saluran napas bagian atas dan akan menyerang saat anak sedang dalam kondisi tidak fit.

Orangtua bisa memberikan obat yang diresepkan dokter untuk mengurangi pembengkakan di saluran udara dan meringankan ketidaknyamanan. Usahakan untuk memberikan temperatur kamar yang pas, jika udara terlalu dingin biarkan anak untuk berada di tempat yang hangat selama 15 menit sedangkan jika udara terlalu panas biarkan AC kamar menyala selama 5 menit.

Demam
Suhu tubuh secara alami akan naik saat menjelang malam hari, sehingga demam yang ringan di siang hari akan mengalami peningkatan suhu saat malam hari atau ketika anak sedang tidur.

Untuk mengatasinya lakukan pengukuran suhu tubuh secara berkala dan memberikan obat penurun panas sebelum anak tidur. Usahakan untuk membantunya tetap terhidrasi dengan memberinya minum saat terbangun dari tidurnya. Jika kondisi tidak membaik saat pagi harinya, maka segera periksa ke dokter.

Kulit gatal
Karena saat anak tertidur atau dalam posisi berbaring, maka akan jauh lebih mudah bagi anak untuk terfokus pada rasa gatalnya baik yang disebabkan oleh gigitan serangga, eksim atau alergen lain.

Untuk mengatasinya orangtua bisa memberikan pelembab di kulit anak sambil memijatnya dengan lembut, karena dua hal ini bisa membantu menenangkan. Selain itu jaga kondisi kelembaban udara di kamar anak untuk menghindari kondisi yang semakin buruk.

Hidung tersumbat
Karena saat tertidur atau berbaring, lubang hidung akan semakin membengkak dan membuat kondisinya bertambah buruk. Tak jarang posisi duduk akan membuat kondisi menjadi lebih baik.

Untuk mengatasinya orangtua bisa menggunakan obat tetes atau semprot untuk hidung yang dapat melembabkan membran dan mengendurkan sekresi, sehingga anak akan lebih mudah untuk bernapas. Namun sebaiknya obat ini tidak digunakan untuk anak di bawah usia 2 tahun. Selain itu usahakan agar suhu di kamar anak tidak terlalu dingin.

Sakit telinga
Saat berbaring akan meningkatkan pengumpulan cairan atau fluida sehingga memberikan tekanan yang lebih pada jaringan di telinga yang meradang. Hal ini yang membuat anak akan semakin menderita akibat sakit di telinganya saat malam hari.

Untuk mengatasi rasa sakitnya, anak bisa diberikan ibuprofen atau acetaminophen jika berusia di atas satu tahun. Namun ada juga cara alami untuk meringankan rasa sakitnya, yaitu dengan mengusapkan kain yang hangat di sekitar telinga anak yang sakit.

(ver/ir)
sumber:  http://health.detik.com/read/2010/07/19/151234/1402155/764/penyakit-penyakit-anak-yang-makin-parah-di-malam-hari?993306755

Profile

Nama: Faizal Teguh Muhammad

pemimpin sejati

I’am Liverpooldian!!!